Tuesday, 5 August 2014

Bolehkah saya tertawa?

"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri china"
mungkin itulah peribahasa yang sering diajarkan oleh orang tua serta guru kita untuk terus memotivasi anaknya agar giat belajar. akan tetapi, kenapa mesti china? ada apa dengan negeri orang? apa tak sebagus negeri sendiri? bolehkah saya tertawa?

China - Republik Rakyat China adalah dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Istilah Survival for the fittest sudah berlaku semenjak mereka dilahirkan di tanah tersebut. banyak upaya mereka lakukan untuk terus hidup, tak heran banyak sekali dari mereka yang mencuat menjadi orang pintar, atlit, serta pengusaha multi-nasional. akan tetapi, apa benar kita ingin seperti mereka? menyiksa diri untuk sukses? ditengah banyaknya kemudahan disekitar kita? bolehkah saya tertawa?

Para orang tua seakan "memaksa" anak mereka untuk menjadi sukses. Dan ironisnya, pandangan mereka tentang sukses terkadang berlawanan dengan apa yang buah hati mereka pikirkan. punya mobil, rumah sendiri, bekerja di kantor dan menikah adalah apa yang orang tua pada umumnya inginkan. namun sebaliknya, sang anak lebih memilih berwirausaha, menjelajah, bertemu orang baru serta mencari tahu arti hidup yang sebenarnya. apakah itu salah? apakah tidak melakukan apa yang orang tua inginkan itu dosa? apakah standar sukses itu bersifat materialistik? bolehkah saya tertawa?

Indonesia, oh Indonesia. tak sedikit di antara pendudukmu yang masih berpikiran kolot. mengesampingkan mimpi anak dengan alasan agar mereka bisa sukses kedepannya. tak sedikit mereka yang membuang alat tulis mereka dan menggantinya dengan slip gaji dari sebuah perusahaan elit. tak sedikit dari mereka yang berhenti menggambar dan berpindah untuk mengangkat telepon-telepon penting dari customer mereka. dan tak sedikit dari mereka melakukan hal yang sama kepada anak cucu mereka. apakah ini sudah mendarah daging di negeri ini? apakah budaya ini begitu berat untuk dihapus? bolehkah saya tertawa?

"Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life" - Confucius

1 comment: