Sorak-sorai ceria anak kecil yang berselimut pakaian adat sembari
membawa senjata yang terbuat dari kayu, ibu-ibu yang terlihat heboh
seperti sedang mempeributkan barang diskonan, serta penjaja makanan dan
minuman yang hilir mudik menjualdagangannya. Ya, semua orang antusias
dengan karnaval. Siapa yang tak suka karnaval? semua orang suka
karnaval! suasananya, atmosfernya, ramainya, dan hebohnya berpadu
menjadi satu. Hanya orang bodoh yang tak menyukai karnaval dan sayalah
orang bodoh tersebut.
kalaupun saya boleh jujur, saya sangat membenci
karnava. Rasa benci saya melebihi reaksi saat pertama kali menonton
Ganteng-ganteng serigala. Benci yang terlampau capek. Karnaval itu
sah-sah saja, toh tidak ada hukum tertulis di negeri ini untuk
melarang karnaval berlangsung. Asal tidak merugikan banyak pihak.
Bukannya Indonesia sangat terbuka akan berbagai hal? sampai-sampai
tayangan tak mendidik yang berlangsung berjam-jam pun tidak
dipermasalahkan. Karnaval pun seharusnya begitu, boleh dilaksanakan asal
bukan di hari minggu dan tidak menimbulkan kemacetan.
saya
bukan orang yang sedang mengantri iPhone 6, saya hanya seorang
mahasiswa yang ingin pulang ke kostnya. Jadi jangan biarkan saya
menghabiskan hampir 1/6 hari saya dengan kemacetan yang mungkin bila Pak
Prabowo merasakannya ia tak akan segan mengadu kesekian kalinya ke
Mahkamah Konstitusi. Saya hanya ingin pulang.
Buat
apa melangsungkan karnaval jikalau malah menimbulkan polemik baru.?
bukanya kita diajarkan untuk tidak menari diatas penderitaan orang lain?
ah, mungkin warga Dinoyo lupa akan hal itu, sama seperti negara ini yang lupa kalau Indonesia dibangun
atas asas Pancasila dan Demokrasi, bukan sistem kilafah. Setidaknya
saya saya lebih jujur ketika saya berkata saya membenci karnaval.
I-F*cking hate Carnival!
No comments:
Post a Comment