Tuesday, 2 September 2014

Nongkrong: Kamu tipe yang gimana?

Bukan mahasiswa namanya kalau tak pernah hangout bareng sobat sembari menghabiskan waktu. Tanggal tua bukan menjadi penghalang, toh kadang bisa ngutang sama teman. Yep. Bahkan disela-sela tugas yang menumpuk, masih aja bela-belain hanya demi bisa ngumpul bareng. Ada teman yang menawarkan untuk ngumpul di coffeeshop ternama, ada yang nyaranin ke resto cepat saji, dan tak sedikit temen kita yang malah ngajak nongkrong ke Mal karena lebih banyak pilihan.
Malang - tempat saya menghabiskan waktu adalah surga bagi mahasiswa yang hobi nongkrong. bagaimana tidak? disini tercatat ada lebih dari 30 cafe dan resto milik pribadi, belum termasuk resto cepat saji. Tak heran jika saya mengibaratkan wisata yang populer di Malang adalah wisata Cafe. Waktu anda seharian penuh pun tak mampu untuk mengunjungi 1 persatu cafe yang ada di Malang! wanna try?

Tak heran kehidupan mahasiswa di Malang sedikit berbeda dengan kehidupan di kota-kota besar lainnya. Di sini kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong atau sekedar mengopi di cafe ketimbang menghabiskannya ke resto-resto cepat saji yang berada di Mal-mal elit. Why? selain karena kurangnya tersedia warabala seperti J.co atau Starbuck di Malang, Cafe atau coffeeshop lokal lebih populer dan prestige di mata mahasiswa. Dan banyaknya pilihan cafe membuat mahasiswa seperti saya tak cepat bosan dengan Malang, selalu ada saja pilihan untuk menghamburkan uang. Entah itu dimsum, mie, kopi, risol atau sekedar ceker! You must try it.

Dari kegiatan nongkrong di Malang, saya menggolongkan ada setidak nya 4 golongan Penikmat cafe:

1. Idealis
golongan ini biasanya sangat spesifik dalam menikmati cafe yang ia tuju, mulai dari kualitas makanan dan minuman, service, reputasi cafe dan harga. Golongan yang satu ini biasanya jarang berpindah-pindah tempat nongkrong karena sudah terlanjur klop dengan 1 atau 2 cafe. kalaupun mereka mencari cafe baru hanya sekedar membandingkan rasa atau harga dan kenyamanan dengan cafe-cafe sebelumnya. Bagi mereka, kenyamanan itu nomer 1. Bahkan dalam keadaan ekstrim, mereka rela membayar lebih untuk kualitas yang terbaik. You must try hard to convince them when you offer the cafe you wanna visit.

2. Nomaden
golongan ini sangat berkebalikan dengan golongan idealis, mereka sangat suka untuk berpindah-pindah. Cafe baru merupakan target utama mereka. Mereka tidak membuat kesepakatan seperti golongan idealis, bagi mereka cafe merupakan tempat untuk membuang jenuh atau sekedar menikmati suasana baru. Golongan ini biasanya didominasi oleh Cewek.

3. Seleb Sosmed
Ini adalah salah satu golongan yang menarik. Mereka biasanya secara berkala nongkrong di cafe-cafe tertentu. kegiatan mereka adalah check-in, promo dan buzzer tentang cafe-cafe yang mereka sedang singgahi. Efeknya? tak sedikit wajah-wajah baru tertarik dan langsung menyerbu cafe-cafe yang ada. Tetapi terkadang golongan ini bisa sangat bias terhadap 1 jenis cafe. Maklum, mereka di bayar untuk itu.

4. Kemana aja Terserah Elu Sob
Selalu ada 1 teman kita yang ketika di ajak untuk nongkrong selalu ngomong "terserah deh, yang penting nongkrong". Entah apa motivasi mereka, yang jelas golongan ini sangat cocok dijadiin teman ketika anda males nongkrong sendiri. Mereka jarang protes, mereka juga jarang nolak untuk di ajak jalan dan mereka ga ngerepotin.

sebenarnya ada 1 golongan lagi, dan golongan ini terbukti seringkali membuat saya kesel. Golongan ini saya sebut "Ayo Nongkrong, tapi ane bayarin ya". Sukanya ngajak teman-temannya untuk nongkrong, tetapi kalau di ajak ke tempat A protesnya mahal, ke tempat B protesnya ga suka tempatnya, eh giliran ke tempat C nongkrongnya ngutang. Yakinlah, mereka pasti ada di sekitar anda. Hobi mereka memang nongkrong, tapi sukanya nyusahin. Saran saya, jangan ajak mereka nongkrong kalau anda tidak siap dihutangin.

Mungkin itu saja dari saya. Gak semua yang saya tulis itu benar, karena ini hanya berdasarkan pengamatan saya selama 2 tahun di dunia nongkrong-menongkrong. Kalau memang tidak berkenan bisa tulis kritik anda di comment box. Sekali lagi terimakasih sudah membaca.
Saya tipe yang pertama loh. Kamu tipe yang mana?


"You can't buy happiness but you can buy coffee and that's pretty close." - Anonymous

No comments:

Post a Comment