Hari ini, tgl 17 Januari 2013, adalah hari yang cukup menyedihkan. Jakarta mengalami banjir parah, dompet teman saya tertinggal di Kereta, serta tadi pagi saya diserang diare hebat. Tapi hari ini juga merupakan hari yang keren menurut saya. Menang tiket #CampusNite, ditraktir karaoke, bahkan bisa bertemu dengan gebetan. Life is always so simple.
Oh iya, tgl 25 nanti ga terasa saya bakalan balik ke kampung halaman saya, Sengata. Tak terasa sudah 1,5 tahun melanglang buana di Malang tanpa menoleh kekampung halaman. Maklum, harga tiket melambung tinggi, setinggi angan-angan seorang calon pemimpin, pfffttt.
Ngomong-ngomong soal Sengata, tahu ga? ternyata di Sengata terdapat tambang batubara terbesar se Indonesia! yeee~ tepuk tangannya dong! selain itu, Sengata juga merupakan salah satu kota dengan penghasilan terbesar di Indonesia. Maklum, para penduduknya kebanyakan pekerja tambang, sisanya pemilik kelapa sawit, kelapa muda, dan penjual gorengan, wow! it's escalated quickly.
Terus, apa yang membuat Sengata berbeda dengan kota lainnya? mungkin karena bahasanya. Di Kalimantan, khususnya Sengata, kebanyakan diisi oleh pendatang dari berbagai pulau termasuk dari Australia juga. Di kalimantan tidak ada pelajaran bahasa daerah. Kenapa? mungkin karena toleransi yang tinggi terhadap suku-suku lainnya sehingga tanpa sadar sejak dini kami sudah diajari menggunakan bahasa daerah yang baik dan benar. Dan yang lebih mengejutkan? Sengata tidak terdapat di Atlas Indonesia! sedikit miris sih, mungkin ini disebabkan letak Sengata yang berdekatan dengan Bontang. Katanya sih sekarang sudah dimuat di Atlas, Who knows?
Sepertinya itu dulu seputar kota saya, Sengata. Sebuah kota kecil dengan penghasilan yang mengalahkan kota besar lainnya. Sebuah kota yang patut dikenang, karena kota inilah tempat pertamakali saya lahir kedunia, seorang amin, sebuah perubahan. Nasdem! #30HariBercerita /@ecchisan
No comments:
Post a Comment