Friday, 18 January 2013

Hari Ke-18: Absurd Kedelapanbelas: Sisi lain sebuah Rokok


"eh sob, bagi rokoknya dong!" kata-kata ini sering sekali terlontar dari mulut orang-orang disekitar kita, entah dia kenal banget sama kita atau malah tidak sama sekali. Ya, mereka butuh rokok. Tapi pernahkah terbayang didalam benakmu jika tidak ada rokok maka kamu tidak akan mengenal orang-orang disekitarmu? Tanpa disadari, rokok telah menjadi alat pertemanan khususnya bagi kaum lelaki. Dengan alesan pinjam korek, mereka saling bercerita satu sama lain, dengan alesan minta sebatang rokok, mereka saling memperkenalkan background mereka. Tapi anehnya, ga semua cowok mau dirokok.

Disisi lain, rokok juga berbahaya bagi kesehatan. Bagai pedang bermata dua, semakin dihisap tidak hanya semakin enak, tetapi juga semakin memperpendek umur. Tapi kenapa masih banyak orang yang merokok? ada yang berpendapat "udah terlanjur, mau gimana lagi?" tidak sedikit juga yang bilang "hidup-hidup gue, apa urusan loe?" dan yang lebih parahnya, sahabat saya pernah berujar seperti ini, "Ngerokok mati, ga ngerokok juga mati. Mending ngerokok aja sampai mati" Jujur, dulu sewaktu SMP, saya adalah perokok aktif, tapi saya dapat berhenti. Terima kasih Bear Brand! sebenarnya semua orang dapat berhenti, hanya saja mereka malas melakukannya. Kenapa? ya ga kenapa-kenapa, mereka hanya malas, malas mengubah sikap dan persepsi mereka terhadap rokok.

Selain hal tadi, rokok juga mempunyai sebuah filosofi yang patut direnungkan. Pemahaman ini saya dapat dari adik teman saya, Zainal, kalo kamu baca post ini, terimakasihku padamu Nal. Rokok itu ibarat hidup, sebatang rokok itu dikotakkan dengan rokok-rokok lainnya dalam suatu tempat yang bernama "dunia". Kita tidak tahu siapa yang bakal mengambil rokoknya, begitu juga pasangan hidup kita, tidak ada yang pernah tahu. Sewaktu si bakar, asap rokok selalu terbang keatas, menandakan kepada Ia lah kita menghadap. Api pada rokok mengibaratkan neraka, yang semakin lama akan semakin dekat dengan diri kita. Sebelum terbakar oleh "api" nya, rokok harus dimatikan, dalam arti lain Thobat. Sebuah filosofi hidup yang sangat besar dari sebatang rokok.

Rokok, sebuah benda kecil yang mengajarkan arti persahabatan, sebuah pemberontakan, dan pelajaran hidup. Jangan pernah remehkan sesuatu, karena bisa jadi sesuatu yg kecil itu berdampak besar kedepannya, Seperti kata dosen saya yang juga menginspirasi saya, Indah Winarni. #30HariBercerita /@ecchisan

No comments:

Post a Comment