Monday, 21 January 2013

Hari Ke-21: Absurd Keduapuluhsatu: #MyRepublikTwitter

Malam ini tak seperti malam-malam biasanya, langit sedikit mendung, tak berbintang, dan ga ada kopi menemani, hanya sebuah gelas berisi kantung teh mengambang. Di kamar sudah berjajar Epen, Din dan Andre, sahabatku. Mereka ingin menghabiskan malam itu dengan menonton film sembari memakan gorengan. Epen, seorang NTT-ers dan paling punya koleksi film terlengkap (termasuk bokep) di antara kami menyarankan film Republik Twitter. Seharusnya malam itu kami tidak menontonnya, karena sejak itu ... semua berubah.

Republik Twitter bercerita tentang mahasiswa Jogja dengan username @lorosukmo yang pergi ke Jakarta demi memenuhi komitmennya dengan seorang cewek dengan username @dyahhanum. Tak disangka, kepergiannya ke Jakarta membuat dia menjadi "The man who have the power to be trendsetter worldwide", dia mampu membuat seseorang yang tak punya nama menjadi Trending Topic yang selalu dibicarakan oleh Jakarta, bahkan Indonesia. Banyak konflik yang terjadi didalamnya, mulai dari percintaan, kebusukan, sampai realita hidup yang selalu kita alami.

Setelah selesai menonton, akupun sadar. Malam itu, Republik Twitter telah mengajariku bahwa "mencintai orang lain apa adanya itu susah, tapi mencintai diri sendiri apa adanya itu lebih susah" sebuah ungkapan yang dalam. Realitanya, banyak orang berubah demi orang yang mereka sayangi, walaupun dalam diri mereka menentang keras. Jadi diri sendiri itu memang sulit, tapi kalau bisa mempertahankan itu semua baru bisa dianggap mengerti dunia. Ada satu quote lagi yang menurutku patut untuk di renungkan bersama "Relasi dan sedikit keberuntungan itu yang penting, IP hanya untuk orang yang tak punya keduanya" Ngejleb enough? #30HariBercerita /@ecchisan

No comments:

Post a Comment