Hari ini tidak seperti biasanya, banyak mahasiswa yang tampak terburu-buru memasuki ruang kelas. "Oh, ternyata ada ujian" gumam ku kemudian. Sejenak terlintas dalam benak ku, mengapa mereka terburu-buru sekali? apa mungkin kalau telat sedikit saja tidak akan diperbolehkan mengikuti ujian? tiba-tiba mulut bibir ku tersenyum dengan sendirinya. Mungkin yang sedikit membuatku geram adalah kenyataan bahwa tidak ada ujian UAS, hanya tanda tangan saja. Terus kalau begitu buat apa mereka berdesak-desakan ketika memasuki kelas?
Malas adalah situasi dimana seseorang tidak ingin melakukan apapun, atau paling tidak, berusaha mencapai hasil yang sebaik-baiknya tapi dengan usaha yang minimal. Point yang kedua sangat sering diterapkan dan tanpa sadar kita sering melakukannya. Contoh yang paling sederhana ketika ingin mengerjakan tugas. Tidak sedikit dari kita yang menunda-nunda nya, bahkan mencontek dari teman. Itulah malas, sebuah kondisi dimana seseorang dipaksa untuk memikirkan cara paling efektif untuk dirinya tanpa perlu merepotkan diri sendiri.
Kenapa malas tidak pernah dipakai untuk hal lain? bayangkan jika kekuatan malas ini digunakan untuk merakit robot misalnya, seorang tekhnisi akan berpikir bagaimana cara termudah untuk menggabungkan komponen yang satu dengan yang lain tanpa perlu bersusah payah. Simpel bukan? atau ketika seorang wartawan ingin mendapatkan sumber informasi dengan cepat dan efektif, dia akan berfikir cara paling efisien untuk mendapatkannya. Contoh nyata lain adalah Sandwich. Seorang bangsawan abad pertengahan sangat malas untuk menghentikan permainan kartunya, sementara ia sangatlah lapar. Dia kemudian menyisipkan dagin serta sayuran kedalam rotinya dan memakannya begitu saja. Ya, cara yang cukup efektif serta brilian.
Sayangnya, banyak orang memungkiri The Power of Malas ini. Rata-rata dari mereka berpendapat bahwa itu hanya kebetulan belaka, sebuah keberuntungan yang tak terjadi setiap saat. Padahal tanpa mereka sadari, mereka juga telah melakukan The Power of Malas tadi. Berapa banyak mahasiswa atau murid yang belajar sehari sebelum ujiannya? tidak sedikit bukan? ini salah satu bukti kalau malas memang tumbuh berkembang dan dapat digunakan, jadi kenapa mesti malu untuk malas? #30haribercerita /@ecchisan

No comments:
Post a Comment