Tuesday, 8 January 2013

Hari ke-8: Absurd Kedelapan: Goban, Manusia tapi Robot

"Goban, Goban.. Manusia tapi robot.. Goban" dulu waktu saya kecil lagu ini lebih mudah dicerna daripada bubur kacang merah milna. Pernah suatu sore hari ketika matahari masih terbit dari timur, saya merelakan sehari untuk bolos mengaji demi menonton film goban. Kalau sekarang? anak-anak sekarang lebih milih bolos demi boyband dibawah umur yg belum sunat, sungguh berbeda.

Sebenarnya pengen bahas apaan sih? kembali lagi ke masalah Goban, saya rasa superhero satu ini multi-talent banget. bagaimana enggak? selain bisa berubah jadi robot, dia juga bisa nari serta surfing di sepeda motornya. Mungkin klo dulu ada IMB, klanting ga bakalan keluar sebagai pemenang. Goban juga pekerjaan nya ga jelas, dia kerja sambilan di peternakan kuda, tapi kadang izin buat ngebantai musuh. Yang bikin heran, klo gaji jadi pembasmi kejahatan lebih besar, kenapa masih jaga peternakan? semacam sodaqoh mungkin.

Tidak hanya sang Goban yang absurd, bahkan musuhnya pun tak kalah absurdnya. Masih terngiang dikepala saat sang boss penjahat menyuruh anak buahnya untuk menyeret goban kedunia lain. Apa untungnya coba? kalau mau menyeret goban kedunia lain, cukup daftarin ke Trans 7 aja. Goban juga ga mau kalah. ia menunggangi naga nya demi menumpas beberapa pesawat kecil mirip star wars. Yah, lebih baik sih daripada naga terbang Indosiar.

Goban juga sepertinya mempunyai keterbelakangan mental, ia mencintai seorang wanita yang selalu memakai helm. Ya, pakai helm. Mungkin ia trauma akan suatu hal. Tapi bukan hanya itu, si Mary ini (nama si cewek yang pakai helm) bisa berubah jadi burung (?) hal yang lumayan aneh menurutku. Setidaknya Goban ga pernah di PHP atau ngalamin LDR.

Moral yang bisa diambil dari seorang Goban adalah: apapun yang kamu lakukan, entah kamu itu penjaga peternakan kuda, kamu harus bisa jadi seorang superhero yang pandai menari sembari menaiki naga terbang. Udah sih gitu aja. #30HariBercerita /@ecchisan

No comments:

Post a Comment