Hari ini tampak sama seperti hari-hari sebelumnya. Daun-daun masih berguguran, macetnya kota Malang yang serasa Jakarta kedua, serta belum lakunya teman saya Fakhrianista. Mungkin yang membuat beda hanya 2 hal: Hujan dan Amukan Office Boy kampus. Sebagai seorang lelaki, bergelut dengan hujan bukanlah hal yang baru dan saya sangat terbiasa dengan hal itu, tetapi ketika mesti bergelut dengan office boy kampus? lebih baik saya makan sambel 3 piring ga minum.
Kekesalan bapak ini (yang tak dan tidak mau diketahui namanya) bermula ketika petang hari di Aula Rektorat Ube. Aula merupakan tempat serbaguna yang biasa digunakan mahasiswa setempat untuk Wifi-an dan beristirahat sejenak. Seperti yang telah diketahui, setiap jam 18.00 waktu setempat aula akan dikunci dan mahasiswa yang masih berada disana dianjurkan untuk meninggalkan tempat tersebut (entah dengan alasan apapun). Yang membuat saya sedikit tidak terima adalah pernyataan bapak tersebut. Dia bilang tempat itu akan dikunci dan saya dipaksa dengan sangat (sampai-sampai membanting kunci dan meneriak kata-kata umpatan) agar saya secepatnya pindah dari situ.
Sebenarnya tidak ada yang salah akan hal itu, tetapi seharusnya lebih memperhatikan kata-kata yang diucapkan saja. Mohon memberi pengertian kepada sang mahasiswa, bukannya meneriakkan sana-sini agar mahasiswa tersebut cepat pergi, ini bukan Negara Bar-bar, lagian saya Mahasiswa toh? pasti ngerti kok kalau dijelaskan maksudnya. Jujur saya sebagai mahasiswa merasa diragukan dengan pelayanan kampus saya. Tidak hanya di Aula Rektorat, bahkan di tempat-tempat lain di sekitar kampus pun sangat di bawah standart pelayanan. Kalau anda memang tulus bekerja, jangan sampai merugikan orang lain dengan sikap anda, oke?!
*tulisan ini ditujukan bukan untuk menghardik seseorang, tetapi agar menjadi bahan renungan
#30HariBercerita /@ecchisan
I love your post min... 11 12 sama postinganku di blog...
ReplyDeletelebih ke curhat kyknya mbak :D
Delete